***** RITECH EXPO 2014 DIGELAR DI GEDUNG BPPT II JAKARTA TGL 9 - 12 AGUSTUS 2014 ***** PUSPIPTEK Memberikan Pelayanan Kunjungan Wisata Iptek ***** PUSPIPTEK dikelola Oleh Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna, Deputi Bidang Jaringan Iptek.

No Telpon Penting

  • POS PEMADAM KEBAKARAN : 4455, 4456
  • GRAHA WIDYA BHAKTI : 4810
  • POS GERBANG PERUMAHAN PUSPIPTEK : 4406
  • POSKO UTAMA SATPAM : 4400
  • SATPAM PINTU GERBANG : 4404

Statistik User


    1109524

    Pengunjung hari ini : 240
    Total pengunjung : 215733
    Hits hari ini : 1976
    Total Hits : 1109524
    Pengunjung Online : 9

Polling

Agenda

Galeri Video

  • Rencana Kerja Kementerian Riset

  • Video lainnya.......

Peta Lokasi

Senin, 11 Maret 2013 - 13:38:19 WIB
Perizinan Penelitian Asing: Contoh Proposal yang Ditolak dan yang Disetujui
Kategori: Berita Kawasan - Dibaca: 402 kali

Poposal Penelitian Asing terkait sumber daya alam Indonesia, misalnya ekspedisi laut ataupun hutan, adakalanya ditolak karena berbagai pertimbangan, dan ada juga yang disetujui dengan berbagai catatan. Adapun proposal penelitian yang lokasinya di daerah yang rawan konflik ataupun yang memerlukan klarifikasi, umumnya diputuskan ditunda. Beragam jenis dan bidang penelitian ini pula yang mewarnai sidang TKPIPA 6 Maret 2013 baru-baru ini di kantor KemenRistek. Sekaligus ini merupakan sidang pertama TKPIPA setelah terdapat pergantian beberapa pejabat di KemenRistek, termasuk Ka Biro Hukum dan Humas yang baru, yang dalam keanggotaan TKPIPA menjabat selaku Sekretaris TKPIPA. Kali ini sidang masih dipimpin Anny Sulaswatty, mewakili Deputi Jaringan Iptek Kemristek, selaku Wakil Ketua TKPIPA. 
 
Salah satu proposal penelitian yang alot keputusannya adalah proposal berjudul “Hydrologic Cycle of the Western Pacific Warm Pool” dari Mahyar Mohtadi dan 11 anggota tim Peneliti dari Centre for Marine Environmental Sciences (MARUM), Jerman. Tim ini bermitra dengan KKP akan menggunakan kapal riset Sonne, dan mengusulkan lokasi di perairan Barat Samudera Pasifik, utara dan Barat perairan New Guinea, juga laut Halmahera, Laut Seram dan laut Arafura. Pada sidang sebelumnya, dan bahkan sejak pertama diajukan di bulan Januari, proposal ini diputuskan ditunda karena menunggu MoU dan IA yang belum ditandatangani. Disamping itu mitra kini meminta agar lokasi penelitian dibatasi, paling dekat hanya yang berada di kawasan ZEE, dengan kata lain tidak menghendaki lokasi perairan dalam Indonesia untuk dimasuki kapal asing. Catatn lain dari TKPIPA adalah meminta agar jumlah peneliti Indonesia seimbang dengan jumlah peneliti asing untuk capacity building. Pada sidang kali ini perwakilan dari KKP menjelaskan bahwa sebenarnya pengajuan proposal ini ke TKPIPA masih prematur. Disamping itu, berdasarkan pembahasan proposal ini pada Sidang TKPIPA yang lalu, terdapat surat tanggapan dari BAIS TNI yang juga bernada keberatan atas masuknya kapal asing ke wilayah perairan Indonesia, dan mengingatkan agar dilakukan koordinasi dengan Ditwilhan dan TNI-AL. Dengan adanya pertimbangan diatas, maka proposal diputuskan ditolak atau didrop dulu hingga tercapai kesepakatan sesuai dengan catatan-catatan diatas. 
 
Disisi lain, terdapat contoh proposal lain tentang ekspedisi laut juga, namun yang ini termasuk proposal yang disetujui. Yaitu proposal penelitian dari NOAA bermitra dengan KKP juga, yang berjudul “the Indonesian Global Ocean Observation System-Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis”. Apa bedanya dengan yang diatas sehingga terdapat perbedaan keputusan? Rupanya sesuai dengan penjelasan dari KKP, bahwa ini menggunakan kapal riset Indonesia yaitu Baruna Jaya, lokasinya perairan di luar ZEEI, tidak ada sampel yang dibawa ke luar Indonesia, dan Indonesia akan banyak mendapatkan manfaat dari data yang diperoleh, termasuk potensi energi laut. Ditambah lagi dengan informasi dari perwakilan TKPIPA dari Asdep Jaringan Iptek Internasional Ristek, bahwa sehubungan dengan Persetujuan Kerjasama S&T antara Indonesia dan AS tahun 2010, telah dibentuk Joint Committee Meeting dengan tiga Working Group yaitu Bioteknologi Pertanian, Kesehatan, dan biodiversity kelautan. Diharapkan proposal penelitian dapat masuk dibawah Working Group Biodiversity Kelautan. 

Secara keseluruhan pada sidang tersebut TKPIPA membahas satu proposal yang pending, tujuh perpanjangan, dan sebelas proposal baru. Sidang dihadiri oleh perwakilan dari Kemlu, Mabes PolRI, BIN, BAIS TNI, Imigrasi, Puslit Biologi LIPI, PSDR LIPI, KKP, LBM Ejkman, Kemhut, Kemtan, Kemkes, Asdep JII Ristek, Roren Ristek, dan Asdep Kekayaan Intelektual dan Standardisasi Iptek Ristek. (ls, bhh/ humasristek; humaspuspiptek)




32 Komentar :

Oli Mesin Mobil
14 Maret 2013 - 09:39:13 WIB

Keren dan sangat Membangun banget infonya
jelly gamat
15 Maret 2013 - 07:37:02 WIB

kunjugan pagi.. mantep sekali berita hari ini. makasih ya
jelly gamat 60
15 Maret 2013 - 10:00:35 WIB

Terimakasih atas informasinya
gamat 20
15 Maret 2013 - 10:14:34 WIB

terimakasih atas informaisnya
Obat Tipes
15 Maret 2013 - 10:21:11 WIB

terimakasih atas informasinya
Obat Mioma Uteri
15 Maret 2013 - 10:32:15 WIB

terimakasih atas informasinya
Obat Mioma Uteri
15 Maret 2013 - 10:36:06 WIB

terimakasih atas informasinya
obat herbal diabetes melitus
15 Maret 2013 - 11:00:50 WIB

terimakasih atas informasinya
gamat jelly
15 Maret 2013 - 12:59:08 WIB

terimakasih atas informasinya
Pelatihan Ahli K3 Umum
15 Maret 2013 - 13:27:53 WIB

manteb
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 4 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Puspiptek dikelola oleh asdep jaringan penyedia dengan pengguna.