***** KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI BERUBAH MENJADI KEMENTERIAN RISET,TEKNOLOGI & PENDIDIKAN TINGGI ***** PUSPIPTEK Memberikan Pelayanan Kunjungan Wisata Iptek ***** PUSPIPTEK dikelola Oleh Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna, Deputi Bidang Jaringan Iptek.

No Telpon Penting

  • HUMAS & PROTOKOL 4610, 4611, 4612
  • POS PEMADAM KEBAKARAN : 4455, 4456
  • GRAHA WIDYA BHAKTI : 4810
  • POS GERBANG PERUMAHAN PUSPIPTEK : 4406
  • POSKO UTAMA SATPAM : 4400

Statistik User


    1748221

    Pengunjung hari ini : 135
    Total pengunjung : 362674
    Hits hari ini : 601
    Total Hits : 1748221
    Pengunjung Online : 5

Polling

Agenda

Galeri Video

  • dd

  • Video lainnya.......

Peta Lokasi

Selasa, 18 September 2012 - 10:34:57 WIB
Kajian Teknis Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Fosil
Kategori: Standar & Paten - Dibaca: 1537 kali

Cahyadi

Jurnal Ilmiah Teknologi Energi, 1(12) Februari 2011: 21-32

Abstrak:

Jenis pembangkit minyak dan gas yaitu PLTU Minyak, PLTU dan PLTGU, serta PLTD, masih ada dibeberapa tempat di P. Jawa dan Bali. Selain PLTU minyak, PLTU batubara telah banyak dibangun di Indonesia, karena bahan bakar batubara saat ini lebih ekonomis. PLTU minyak dengan biaya pembangkitan yang mahal serta emisi tinggi perlu digantikan dengan PLTU batubara, atau pada PLTU minyak existing digantikan dengan bahan bakar cair alternatif seperti batubara cair atau DiMethil Ether (DME) yang berasal dari batubara. PLTD masih digunakan terutama pada daerah yang terisolasi/kepulauan. PLTD dengan biaya pembangkitan yang semakin mahal ini dan emisi tinggi perlu dilakukan fuel switching dengan bahan bakar alternatif seperti gas atau DME batubara cair. Pengembangan lebih lanjut gasifikasi batubara yang dapat mensuplai PLTGU (IGCC) dan gasifikasi batubara untuk bahan bakar cair seperti DME, agar dapat mengurangi pemakaian BBM dan gas alam yang cadangannya semakin menipis, baik untuk sektor kelistrikan, transportasi dan industri kimia seperti pupuk. Program 10.000 MW harus memasukkan PLTU ultra/super-critical khususnya pada PLTU skala besar (400-600MW), agar diperoleh PLTU dengan efisiensi tinggi dan emisi yang rendah terutama pengurangan emisi CO2. Pemerintah perlu menjaga sumberdaya batubara, agar ekspor dapat dibatasi dan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, karena cadangan gas alam dan minyak bumi tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri. (mrs/humaspuspiptek)

Sumber : Info Baru Sari, 16 (5) September - Oktober 2012




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Puspiptek dikelola oleh asdep jaringan penyedia dengan pengguna.